Gending Karesmen adalah drama yang dialog-dialognya ditembangkan atau
dikawihkan ( dinyanyikan ) dan diiringi dengan karawitan (alat musik
tradisional Sunda). Dan dimaksud dengan puisi Gending Karesmen ialah Sastra
lakon atau drama yang dialog-dialognya menggunakan dangding atau kawih, baik
diciptakan baru, yang sudah ada, atau yang ubah kata-katanya saja.
Gending Karesmen merupakan nama umum dari nama kemasan drama yang
dinyanyikan, serta memiliki sebutan lain. Gending Keresmen biasa pula disebut
Rinenggasari, Dramaswara, Opera Sunda, Tunil tembang, Taman Karesmen, atau
Setra Karesmen. Gending Karesmen merupakan perpaduan dari beberapa unsur seni,
seperti seni sastra, yang berupa naskah cerita atau lakon dalam bentuk prosa
liris, yaitu karya sastra yang dapat diungkapkan melalui nyanyian. Dialog para
pemain gending Karesmen di panggung disampaikan dengan nyanyian (Sekaran).
Tema dan isi cerita gending Karesmen yang biasanya diambil dari cerita
pantun Sunda, cerita legenda, atau sempalan kejadian yang ada di masyarakat
Tatar Sunda, di antaranya Lutung Kasarung, Mundinglaya Dikusumah, Sangkuriang,
dan Nyi Pohaci Sanghiyang Sri. Adapun sumber cerita yang dibawakan pada gending
karesmen umumnya dipetik dari ceritra Babad Pajajaran, namun ada pula cerita
yang diambil dari lakon-lakon dewasa ini yang pada umumnya disebut drama swara
dengan lagu-lagu yang dipergunakan bentuk lagu wanda anyar (kreasi baru),
bahkan tidak jarang yang mempergunakan lagu-lagu pupuh. Secara umum Gending Karesmen ditulis dalam bentuk pupuh atau dangding.
Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Tini Kartini dkk. Bahwa pengarang
Gending Karesmen baik R. Machyar Anggakusumahdinata maupun R. Memed
Sastrahadiprawira dan pengarang-pengarang lainnya, dalam menentukan lagu-lagu
untuk naskah gending Karesmen itu mengambil pupuh yang berjumlah 17. Diiringi oleh musik Karawitan Dalam berdialog menggunakan Nyanyian (Sekaran) seperti OperaBerdasarkan Periodisasi Menurut Drs. Yus
Rusyana, Gending Karesmen muncul pada Periode MANGSA KALIMA dari tahun 1945
hingga sekarang. Menurut Drs. Yus Rusyana Gending Karesmen disadur dari
cerita-cerita yang sudah ada, yaitu Dongeng dan Carita Pantun. Ajip Rosidi mengemukakan bahwa Gending
Karesmen ini mulai dikenal kira-kira pada tahun 1920-an, yaitu ketika
masyarakat Sunda telah berkenalan dengan Opera Barat melalui komedi stambul
(1966: 20). Wahyu Wibisana menetapkan tahun 1904
sebagai dimulainya penulisan sunda. Karena pada saat itu guru Wahyu Wibisana
yang bernama M. Saleh mengubah Tunil Tembang, yang menurut Pradjakusumah
merupakan cikal bakal gending karesmen. Dan istilah Gending Karesmen menurut
Wahyu Wibisana merupakan ciptaan R. Machyar Anggakusumahdinata, seorang
misikolog Sunda.Berdasarkan Data Dinas Parwisata dan
Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Kesenian ini dirintis sejak tahun 1927 oleh R.
Memed Kartabrata. Gending Karesmen merupakan perpaduan dari beberapa unsur
seni, seperti seni sastra, yang berupa naskah cerita atau lakon dalam bentuk
prosa liris, yaitu karya sastra yang dapat diungkapkan melalui nyanyian. Dialog
para pemain gending Karesmen di panggung disampaikan dengan nyanyian (Sekaran).
No comments:
Post a Comment